Busana pengantin Jawa, terutama gaya Solo dan Yogyakarta, adalah perpaduan keindahan dan filosofi keraton.
Paes Ageng
Riasan dahi berbentuk cengkorongan hitam melambangkan harapan agar pengantin menjadi pribadi yang dewasa dan bijaksana.
Dodot atau Kampuh
Kain panjang bermotif alas-alasan yang menggambarkan hutan beserta isinya, simbol kesuburan dan kemakmuran.
Ronce Melati
Untaian melati melambangkan kesucian dan keharuman nama keluarga.


